Umat manusia dianjurkan untuk saling berlomba dalam
kebaikan. Pada hari kiamat nanti, kebaikan tersebut akan dibalas dan
diperlihatkan kepada merela, agar diketahui siapa diantara mereka yang
melakukan kebaikan sesuai dengan perintah Allah SWT., dan siapa pula yang
melakukan kebaikan semaunya. Orang yang berbuat buruk tidak dapat menghindar
dari siksa yang akan menimpanya. Setiap orang akan mendapatkan blasan sesuai
dengan amalan masing-masing. Sebagaimana firman allah dalam surat albaqarah
ayat 148, yang artinya :
“Dan bagi tiap-tiapnya itu satu tujuan
yang dia hadapi. Sebab itu berlomba-lombalah kamu pada serba kebaikan. Di mana
saja kamu berada niscaya akan dikumpulkan Allah kamu sekalian.Sesungguhnya
Allah atas tiap-tiap sesuatu Maha Kuasa (Q.S. Albaqarah : 148).
Dan dalam surat ma’idah
ayat 2, Allah swt. Memerintahkan manusia untuk tolong menolong dalam hal
kebaikan dan takwa, dan melarang tolong menolong dalm dosa dan pelanggaran.
Danayat ini jelaslah bahwa setiap manusia berkewajiban menolong sesamanya,
tanpa memandang golongan, status bahkan agama, selama itu tidak merusak akidah
kita maupun orang yang kita tolong.
Allah swt. Berfirman
dalam surat al-fatir ayat 32, yang artinya :
“kemudian kitab itu kami wariskan kepada
orang-orang yang kami pilih, diantara hamba-hamba kami, lau diantara mereka ada
yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertangahan dan ada (pula) yang lebih
duluberbuat kebaikan dengan izin Allah swt. Yang demikian itu adalah karunia
yang besar (Q.S. Fatir : 32)
Kandungan ayat tersebut adalah
manusia adalah makhluk pilihan Allah
swt. Oleh karena itu, manusia diberi pedoman hidup berupa kitab suci yaitu
alqur’an. Sikap manusia berbeda-beda dalam merespon kebenaran ajaran yang
terkandung dalam kitab suci tersebut, dan bias dibagi menjadi tiga golongan
sebagai berikut :
Pertama, golongan manusia
yang secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi menolak ajaran Allah swt.
Golongan ini berasal dari kaum muslim maupun bukan muslim. Golongan ini disebut
dengan istilah zalim linafsihi, yaitu orang yang menganiaya diri
sendiri.
Kedua, golongan manusia
yang terkadang taat dan terkadang tidak, pertengahan (muqtasid). Golongan ini
berasal dri kaum muslim. Dalam salah satu tafsir dijelaskan bahwa golongan ini
termasuk golongan orang yang munafik.
Ketiga, golongan muslim
yang merespons sesegera mungkin terhadap segala perintah Allah swt. Moto mereka
yaitu “kami dengar dan kami taati” golongan ini disebut dengan istilah
sabiqun bil khairat.
Terkadang kita melihat
orang-orang yang bersikap tak acuh saat orang lain melakukan kebaikan. Mereka
sama sekali tidak tertarik untuk melakukan kebaikan yang sama. Sikap yang
seperti ini sebaiknya jangan diikuti karena termasuk bentuk penganiayaan
terhadap diri sendiri. Setiap orang harus semangat untuk berlomba dalam kebaikan,
seperti mendapat nilai terbaik diantara yang baik.
Manfaat Berkompetisi dalam Kebaikan
Berkompetisi dalam
kebaikan akan memberikan manfaat bagi orang yang melaksanakannya. Beberapa
manfaat tersebut adalah sebagai berikut
:
- Menumbuhkan sikap seangberbuat baik untuk memperoleh yang tebaik.
- Melahirkan sikap jujur. Orang berkompetisi dalam kebaikan tidak ingin perbuatan baiknya tercoreng karena sikap curang
- Melahirkan ukhuwah islamiyah, karena menganggap teman sebagai competitor yang sehat.
- Mendorong orang lain untuk berbuat lebih baik.
- Menghilangkan sikap hasud atau iri hati.
Semoga bermanfaat. semoga yang membaca dan ucapkan aamiin dijadikan penghuni surga, aamiin.....
0 komentar:
Posting Komentar