Minggu, 05 Oktober 2014

BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN

Umat manusia dianjurkan untuk saling berlomba dalam kebaikan. Pada hari kiamat nanti, kebaikan tersebut akan dibalas dan diperlihatkan kepada merela, agar diketahui siapa diantara mereka yang melakukan kebaikan sesuai dengan perintah Allah SWT., dan siapa pula yang melakukan kebaikan semaunya. Orang yang berbuat buruk tidak dapat menghindar dari siksa yang akan menimpanya. Setiap orang akan mendapatkan blasan sesuai dengan amalan masing-masing. Sebagaimana firman allah dalam surat albaqarah ayat 148, yang artinya :
 
“Dan bagi tiap-tiapnya itu satu tujuan yang dia hadapi. Sebab itu berlomba-lombalah kamu pada serba kebaikan. Di mana saja kamu berada niscaya akan di­kumpulkan Allah kamu sekalian.Sesungguhnya Allah atas tiap-tiap sesuatu Maha Kuasa (Q.S. Albaqarah : 148).

Dan dalam surat ma’idah ayat 2, Allah swt. Memerintahkan manusia untuk tolong menolong dalam hal kebaikan dan takwa, dan melarang tolong menolong dalm dosa dan pelanggaran. Danayat ini jelaslah bahwa setiap manusia berkewajiban menolong sesamanya, tanpa memandang golongan, status bahkan agama, selama itu tidak merusak akidah kita maupun orang yang kita tolong.
Allah swt. Berfirman dalam surat al-fatir ayat 32, yang artinya :

“kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih, diantara hamba-hamba kami, lau diantara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertangahan dan ada (pula) yang lebih duluberbuat kebaikan dengan izin Allah swt. Yang demikian itu adalah karunia yang besar (Q.S. Fatir : 32)

Kandungan ayat tersebut adalah manusia adalah  makhluk pilihan Allah swt. Oleh karena itu, manusia diberi pedoman hidup berupa kitab suci yaitu alqur’an. Sikap manusia berbeda-beda dalam merespon kebenaran ajaran yang terkandung dalam kitab suci tersebut, dan bias dibagi menjadi tiga golongan sebagai berikut :

Pertama, golongan manusia yang secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi menolak ajaran Allah swt. Golongan ini berasal dari kaum muslim maupun bukan muslim. Golongan ini disebut dengan istilah zalim linafsihi, yaitu orang yang menganiaya diri sendiri.

Kedua, golongan manusia yang terkadang taat dan terkadang tidak, pertengahan (muqtasid). Golongan ini berasal dri kaum muslim. Dalam salah satu tafsir dijelaskan bahwa golongan ini termasuk golongan orang yang munafik.

Ketiga, golongan muslim yang merespons sesegera mungkin terhadap segala perintah Allah swt. Moto mereka yaitu “kami dengar dan kami taati” golongan ini disebut dengan istilah sabiqun bil khairat.

Terkadang kita melihat orang-orang yang bersikap tak acuh saat orang lain melakukan kebaikan. Mereka sama sekali tidak tertarik untuk melakukan kebaikan yang sama. Sikap yang seperti ini sebaiknya jangan diikuti karena termasuk bentuk penganiayaan terhadap diri sendiri. Setiap orang harus semangat untuk berlomba dalam kebaikan, seperti mendapat nilai terbaik diantara yang baik.

Manfaat Berkompetisi dalam Kebaikan

Berkompetisi dalam kebaikan akan memberikan manfaat bagi orang yang melaksanakannya. Beberapa manfaat tersebut  adalah sebagai berikut :


  1.  Menumbuhkan sikap seangberbuat baik untuk memperoleh yang tebaik.
  2. Melahirkan sikap jujur. Orang berkompetisi dalam kebaikan tidak ingin perbuatan baiknya tercoreng karena sikap curang
  3. Melahirkan ukhuwah islamiyah, karena menganggap teman sebagai competitor yang sehat.
  4. Mendorong orang lain untuk berbuat lebih baik.
  5. Menghilangkan sikap hasud atau iri hati.

Semoga bermanfaat. semoga yang membaca  dan ucapkan aamiin dijadikan penghuni surga, aamiin.....

0 komentar:

Posting Komentar